Sahabat itu embun yang menetes di pagi hari,
hujan yang turun di ujung terik kemarau kering.
Selalu datang menyejukkan,
terkadang tanpa diminta
Sahabat itu lilin yang menyala saat gelap datang menjelma,
lampu petromak saat listrik PLN tak nyala.
Selalu siap menerangi,
walaupun hanya nyala temaram saja
Saat kau lukai,
dia tidak pernah benci, mungkin hanya marah sesaat.
Saat kau kecewakan,
dia tidak pernah sakit hati, hanya kesal saja.
Dia selalu gembira berbagi kesenangan denganmu,
tak pernah menolak saat lara menggerogotimu.
Dia adalah alasan untuk membuatmu tersenyum
saat tangan malaikat kematian menutup matamu.
Kamis, 18 Desember 2008
Sahabat, alasan untuk membuatmu tersenyum
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
yApZ!!!
Q setuju bgt...!!!
tanpa sahabat,kita tidak bisa menjalani hidup dengan sempurna...
^^
sahabat haruslah bermuka 2 sisi, mampu menjadi teman dikala kita mengalami kesusahan dan kesenangan dan di satu sisi juga harus mampu menjadi pendulum, menjadi palu dan menjadi benteng kokoh dalam memberikan kritikan, arahan bahkan kalau perlu caci maki dalam mengarahkan kita kembali kejalan yg seharusnya.,.,,
Posting Komentar