Kamis, 18 Desember 2008

Tentang Akal dan Pengetahuan

TENTANG kebijakan Sang Bijak berkata:

Orang bijak adalah orang yang mencintai dan mengagungkan Tuhan. Kebaikan manusia terletak pada pengetahuannya dan perbuatannya, bukan pada warna kulitnya, agamanya, rasnya, atau keturunannya. Karena itu ingatlah, duhai Sahabatku, putra padang pasir yang memiliki pengetahuan merupakan bagian dari kemuliaan bagi sebuah negeri daripada pewaris tahta yang dungu. Pengetahuan adalah kebenaran sejati dari kebangsawananmu, tidak peduli siapa ayahmu dan apa warna kulitmu.

Pengetahuan adalah satu-satunya tiran kekayaan yang tidak dapat dirampas. Hanya kematian yang bisa memadamkan lampu pengetahuan yang ada dalam dirimu. Kekayaan sejati dari sebuah negeri tidak terletak pada emas atau perak, tetapi dalam pengetahuannya, kearifannya, dan tidak akan pernah mengkhianatimu. Karena pengetahuan adalah mahkotamu, dan pemahaman adalah pegawaimu; ketika mereka bersamamu, kamu tidak dapat memiliki harta yang lebih berharga selain mereka.

Dia yang memahamimu adalah kerabat yang lebih dekat kepadamu daripada saudaramu sendiri. Karena mungkin keluargamu tidak pernah bisa memahamimu atau mengenal siapa dirimu yang sebenarnya.

Bersahabat dengan orang dungu sama dungunya dengan berdebat dengan seorang pemabuk.

Tuhan telah menganugerahkan untukmu kecerdasan dan pengetahuan. Janganlah kau padamkan lampu Kasih Sayang Tuhan, dan jangan biarkan lilin kearifan mati dalam kegelapan nafsu dan kesalahan. Karena seorang yang bijak mendekati manusia dengan obatnya untuk menerangi jalan umat manusia.

Ingatlah, hanya seorang yang menyebabkan penderitaan setan lebih besar daripada sejuta orang beriman yang buta.

Sedikit pengetahuan yang dilaksanakan jauh lebih berharga daripada banyak pengetahuan tapi tidak digunakan.

Jika pengetahuanmu tidak mengajarimu nilai segala sesuatu, dan tidak membebaskanmu dari belenggu materi, maka kamu tidak akan pernah mendekati singgasana Kebenaran.

Jika pengetahuanmu tidak mengajarimu untuk menghilangkan kelemahan dan penderitaan manusia dan tidak membimbing para pengikutmu di atas jalan yang benar, kamu sungguh merupakan seorang yang tidak berharga dan akan tetap demikian hingga hari kiamat.

Pelajarilah kata-kata bijak yang diucapkan oleh orang-orang bijak dan tetapkanlah dalam kehidupanmu sendiri. Hidupkanlah kata-kata itu, tetapi jangan kau pamerkan perbuatan-perbuatan itu dengan menceritakannya, kerena dia yang mengulangi apa yang tidak dia pahami adalah tidak lebih baik dari seekor keledai yang ditimbun dengan buku-buku.

-Khalil Gibran-

Sahabat, alasan untuk membuatmu tersenyum

Sahabat itu embun yang menetes di pagi hari,
hujan yang turun di ujung terik kemarau kering.
Selalu datang menyejukkan,
terkadang tanpa diminta

Sahabat itu lilin yang menyala saat gelap datang menjelma,
lampu petromak saat listrik PLN tak nyala.
Selalu siap menerangi,
walaupun hanya nyala temaram saja

Saat kau lukai,
dia tidak pernah benci, mungkin hanya marah sesaat.
Saat kau kecewakan,
dia tidak pernah sakit hati, hanya kesal saja.

Dia selalu gembira berbagi kesenangan denganmu,
tak pernah menolak saat lara menggerogotimu.

Dia adalah alasan untuk membuatmu tersenyum
saat tangan malaikat kematian menutup matamu.

Ciri-ciri Seorang Teman Sejati

Ia tahu kelemahanmu,

tetapi menunjukkan kekuatanmu,

Ia merasakan ketakutanmu,

tapi membangkitkan keyakinanmu,

Ia melihat kekuatiranmu,

tapi mampu membebaskan jiwamu,

Ia mengenal ketidakmampuanmu,

ia berikan kesempatan untuk mencoba sampai berhasil,

Ia tidak suka menghakimi,

tapi menuntun kamu dengan bijak,

Ia tidak banyak menuding dan menyalahkan,

tapi melindungi dengan kasih dan membela dengan jiwa,

Ia tidak menuntut balasan,

tapi memberi dengan kerelaan hati dan ikhlas,

Ia lebih suka melihat kamu tertawa,

daripada menikmati tangisanmu,

Ia tidak pernah memandang hina dirimu,

tapi selalu mengangkat derajatmu menjadi lebih mulia,

Ia tidak berjalan di depan atau di belakangmu,

tapi selalu di sampingmu sebagai sahabat yang setia mendampingimu sampai tamat riwayatmu...

Rabu, 17 Desember 2008

Pengetahuan dan Pengertian

Pengetahuan dan pengertian adalah sahabat sejati kehidupan
yang tak akan pernah terbukti melakukan pengkhianatan.
Sebab pengetahuan adalah mahkota yang tersemat di kepalamu
dan pengertian adalah gada yang tergenggam di tanganmu.
Maka manakala semua itu telah mengiringmu,
niscaya tak ada lagi kemilau harta benda
yang sanggup menaklukannya ketimbang apa-apa yang tengah engkau miliki.
-Khalil Gibran-

Hidup, Pemberontakan, dan Kebenaran

Hidup yang tak diwarnai oleh pemberontakan,
Tak ubahnya musim yang tak memiliki masa semi.
Namun pemberontakan yang tidak dibingkai dalam kebenaran
Tak ubah musim semi yang bertandang ke gurun sahara yang gersang.
Hidup, pemberontakan, dan kebenaran adalah 3 jenis dalam 1 jenis yang tidak bisa digeser ataupun dipisahkan..

-Khalil Gibran-

Kenangan Masa Remaja

Masalah-masalah yang jauh lebih rumit akan kita hadapi dikemudian hari,
Dan masa-masa remaja hanyalah sebuah permulaan indah.
Sebuah pertualangan yang sesungguhnya baru akan dimulai.
Jadi...
Ceritakanlah masa-masa remajamu pada dunia,
Ceritakanlah duniamu yang dipenuhi
Canda, persahabatan, kepercayaan, pengertian, pengorbanan, dan kesetiakawanan.
Lalu tersenyumlah saat kau mengenangnya di usia dewasa...

Friendship

Friends come in all sort of sizes and types!

A friend might be skin or fat or tall or short or big headed or has a big tummy or is black or white!

Although friends come in many sizes&types as long as they've..

A smile.. A sincere heart.. & a mind with good intentions.

They're friends but not just normal friend but friend forever and you are my friend forever.

No matter what happens, as long as you've a smile, a sincere heart and a good mind, our friendship will be forever!!

Don't judge a book by it's cover! The contents is the most important!
Treasure your friendship!!

Doa Para Peziarah

Tuhanku...
Bicaralah padaku bila aku kesepian

Bisikkanlah dukunganMu bila aku dirundung kecemasan

Dengarkanlah suaraku bila aku jatuh

Sudilah menjadi bagiku penghiburan dalam perjalanan

Tempat bernaung diwaktu panas

Tempat berteduh dikala hujan

Tongkat penuntun dalam kelelahan


Dan penolong dalam bahaya

Semoga aku berhasil

Mencapai tujuanku

Sekarang, dan juga nanti

Pada akhir hidupku

Definisi Cinta

Cinta adalah saat kita memberi tanpa mengharapkan akan menerima..

Cinta merupakan pengorbanan yang sangat besar untuk seseorang yang dekat dengan kita..


Cinta adalah sesuatu yang paling berharga di dunia ini..

Bahkan dari hidup sekalipun..

Orang rela mengorbankan nyawanya demi cinta..


Cinta seseorang akan tetap ada,

walaupun orang itu telah meninggal..

Tapi orang tidak akan dapat hidup jika tidak memiliki cinta..

Hidupnya akan terasa hampa,

tidak ada bedanya dengan orang yang meninggal..


Karena begitu berharga,

maka cinta harus dijaga dengan baik..

Orang yang merusak arti cinta tidak berhak hidup di dunia ini,

karena dunia tanpa cinta adalah kebohongan belaka..

Selasa, 16 Desember 2008

Pahlawan Yang Bersinar

Suatu saat nanti,
akan tiba waktunya
saat masa muda itu berlalu menjadi kenangan.

Namun,
perasaan dan impian di masa muda itu takkan hilang.

Walaupun tertimbun dalam kehidupan sehari-hari yang padat,
ia akan terus bersinar di suatu tempat yang teristimewa di hati kita.

Jadi janganlah kalian melupakannya,
di dalam diri kalian ada batu permata yang akan selalu bercahaya.

Kalau kalian merentangkan tangan,
dia pasti akan selalu memberi kalian kekuatan.

Dan saat hari esok tidak lagi terlihat,
ia akan menjadi obor yang menunjukkan jalan.

Kemudian...

Kalian pun suatu saat nanti akan menjadi pahlawan yang bersinar.

Senin, 15 Desember 2008

Sedikit Petuah Tentang Sebuah Kenangan

Banyak orang datang dan pergi..
Meninggalkan berbagai kenangan bagi kita..
Entah itu baik ato buruk..
Menyenangkan ato menyakitkan..
Tetapi, kenangan itu ABADI..
Tidak ada yang dapat menghapus dari ingatan..

Sepahit apapun kenangan itu,kita tidak bisa lari darinya..
Bila waktu semakin berlalu..
Kenangan pun akan semakin bertambah,
menjadi sebuah metamorfosis
yang dapat sempurnakan hidup..

Jangan menengok ke belakang,
jika hanya untuk sesali yang telah terjadi..
Lebih berarti jika menatap ke depan
dan membuat kenangan-kenangan baru yang lebih indah..

Untuk kemudian..

Jika kita sudah tidak sanggup lagi,
kuburlah kenangan-kenangan itu bersama hidup kita..

Rasa sakit itu mungkin tidak akan hilang dari ingatan..
Tetapi tidak ada salahnya untuk menikmati kenangan menyakitkan itu..

Supaya kita bisa lebih menghargai kebahagian
dan keindahan dalam rasa sakit..
Sebelum esok pagi kita terbangun
dengan senyum terindah di wajah kita sambil berpikir
Betapa beruntungnya kita masih bisa merasakan semua kepahitan
dan juga kebahagian dalam rentang waktu hidup yang hanya sejengkal ini..

Jadi, berbahagialah dengan segala rasa sakit yang Kita punya.
Karena hanya dengan begitu, kita benar-benar merasakan hidup.. ^_^

L'Amor L'Choco

1. Klo dingin, makan atau biasa juga minum coklat.
    Coklat dan cinta sama-sama menghangatkan.
    Apalagi kalo ujan.

2. Coklat yang baek dan berkualitas pasti punya rasa pahit.
    Kadang kepahitan ato penderitaan itu
    dapat menentukan kualitas dari cinta.

3. Makan coklat harus sabar, tunggu sampai lumerannya
    mengalir di lidah.
    Dalam ngedepin cinta juga gitu.
    Walopun sekeras apapun pasti dia akan meleleh juga.

4. Rasa dan nikmati kelezatan coklat
    dengan penuh penghayatan.
    Nikmati tiap tetesannya di lidah,
    nikmati setiap tetesan cinta yang ada.

5. Coklat itu sifatnya lengket.
    Cinta itu bikin dua orang yang ngerasainnya
    nggak pengen jauh-jauh, lengket mulu.

6. Rasa coklat itu tahan lama di mulut,
    bahkan untuk menghilangkannya kita harus minum dulu.
    Coklat juga tahan lama, apalagi klo disimpan di kulkas.
    Kata orang cinta itu abadi, tahan lama,
    tapi klo ngak dijaga baek bisa abis/basi juga.

7. Mmm,, ini yang terakhir.
    Klo denger nama coklat,
    pasti hal pertama di otak kita manis dan mahal.
    Cinta itu juga sangat manis dan berharga,
    jadi tetep harus dijaga..

_Sweeta Chocolate_


Sahabat

Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mesti terpenuhi
dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih
dan kau panen dengan rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naunagn dan penghangatanmu,
karena engkau menghampirinya saat lapar dan saat tubuh butuh kedamaian.

Apabila dia bicara mengungkapkan pikirannya,
engkau tidak takut membisikkan kata tidak di kalbumu sendiri,
kau juga tiada menyembunyikan kata ya.

Dan tiada maksud lain daripada persahabatan
kecuali saling memperkaya roh kejiwaan,
karena kasih yang masih menyisakan pamrih,
dalam jangkauan misterinya, bukanlah kasih
tetapi sebuah jala yang ditebarkan,
hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu,
biarkanlah dia mengenal pula musim pasangmu.

-KG-

Tentang CINTA

Ini adalah tentang rasa Mengenai asa 
Yang setiap jiwa pasti punya 
Ini adalah tentang CINTA


Dan tak bibr mengucap arti sebenarnya
tak pikir 
yang mampu pahami dalamnya, 


Mencintai adalah 
tiap detik yang kau lalui 
tuk menanti 
hingga tiba kalanya cinta mencintaimu, 


Mencintai adalah saat engkau bertahan 
di atas kegoyahan 
adalah kala kau tetap berjuang 
walau t'lah kepayahan, 


Mencintai adalah 
saat melepas cinta itu sendiri 
dan biarkan cinta mengembangkan layarnya 
untuk berlabuh ditambatan sejati, 


Mencintai adalah 
saat kau terluka 
saat yang kau cintai tak merasa yang sama 
adalah saat yangkau peluk 
tak lagi dapat menghangatkanmu 
dan meninggalkanmu sendiri dalam kedinginan 
saat ruang dan waktu mencoba membelah sebentuk hati 
yang kau himpun bersamanya, 


Tanpa getir,
tak kau kecap manis 
Tanpa pedih,
tak kau sadarbetapa berharganya pulih 
Tanpa kecewa, 
tak kau mengerti makna bahagia 
Tanpa patah hati, 
tak kau rasakan cinta yang sesungguhnya.


Senin, 08 Desember 2008

Anugrah Tuhan

Kita dilahirkan dengan dua mata di depan wajah kita. Karena kita tidak boleh menoleh terus ke belakang. Tapi pandanglah semua yang ada di depan.

Kita dilahirkan dengan dua telinga, di kiri dan di kanan. Supaya kita bisa mendengar semua dari dua buah sisi. Untuk bisa mengumpulkan pujian dan kritikan dan menyeleksi mana yang benar dan salah.

Kita lahir dengan dua mata dan dua telinga, tetapi hanya satu mulut. Karena mulut adalah senjata yang sangat tajam. Mulut bisa menyakiti, membunuh, menggoda, dll. Hingga ingatlah berbicara sesedikit mungkin, tetapi lihat dan dengarlah sebanyak-banyak mungkin.

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli seberapa miskinnya, kita tetap kaya. Karena tidak ada seorang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang ada di dalam pikiran dan otak anda jauh lebih berharga daripada emas.

Kita lahir hanya dengan satu hati jauh di dalam tulang iga. Hati mengingatkan kita pada penghargaan dan pemberian cinta, yang diharapkan berasal dari hati kita yang paling dalam belajar untuk mencintai dan menikmati betapa kita dicintai. Tetapi jangan pernah mengharapkan orang lain untuk dapat mencintai kita seperti kita mencintai dia.

Berilah cinta tanpa meminta balasan dan kita akan menemukan cinta yang lebih indah.. ^^v

Jumat, 28 November 2008

Bejana yang Retak (Kisah Tentang Keunikan)

Seorang pembawa air di India memiliki 2 buah bejana besar yang setiap hari menggantung di ujung-ujung pikulan yang dibawanya di atas bahunya. Salah satu bejana itu memiliki retakan, sedangkan yang satunya lagi sempurna dan selalu berhasil membawa penuh air sepanjang perjalanan dari sungai ke rumah tuan si pembawa air.

Selama 2 tahun hal itu terus terjadi, si pembawa air setiap hari selalu hanya membawa satu setengah bejana air. Tentu saja bejana yang sempurna itu bangga dengan hasil yang dicapainya, sesuai dan sempurna sebagaimana layaknya ia diciptakan. Tetapi bejana yang retak malu dengan ketidaksempurnaan yang ada pada dirinya dan mersa sedih, ia hanya mampu membawa setengah dari jumlah yang seharusnya ia diciptakan.

Setelah waktu 2 tahun berlalu dengan merasakan pahitnya kegagalan, suatu hari di tepi sungai si bejana retak berkata kepada si pembawa air. “Aku malu terhadap diriku dan aku ingin meminta maaf kepadamu”. “Kenapa? Apa yang membuatmu merasa malu?” Tanya si pembawa air. “Selama 2 tahun ini aku hanya mampu membawa setengah dari yang seharusnya aku bisa bawa. Semua ini karena retakan di tubuhku yang mengakibatkan air keluar lagi selama perjalananmu kembali dari sungai ke rumahmu. Karena cacatku ini, kamu tidak mendapatkan nilai yang setimpal dengan tenaga yang kamu keluarkan”. Kata si bejana retak.

Si pembawa air measa iba kepada si bejana tua yang retak itu dan dengan penuh kasih ia berkata, “Saat nanti kita berjalan kembali ke rumah tuanku, aku mau kamu memperhatikan bunga-bunga indah di jalan setapak sepanjang perjalanan pulang”.

Memang, ketika mereka mulai menaiki bukit-bukit, si bejana tua melihat sinar matahari menyinari bunga-bunga liar yang tumbuh indah di sisi jalan setapak. Hal itu membuat dia sedikit terhibur. Di akhir perjalan, ia masih merasa bersalah karena setengah bawaannya telah mengucur keluar, ia kembali minta maaf.

Si pembawa air itu berkata kepada bejana itu:

“Apakah kamu menyadari bahwa bunga-bunga di sepanjang jalan setapak itu hanya ada pada sisi di mana engkau ada tetapi tidak pada sisi bejana satu lagi? Itu karena aku selalu tahu mengenai cacatmu dan aku ‘mengambil keuntungan’ darinya. Aku menanam benih-benih bunga di sepanjang sisi jalan di mana kamu ada dan setiap hari ketika kita kembali dari sungai, kamu menyirami mereka. Selama 2 tahun aku bisa memetik bunga-bunga indah itu untuk menghiasi meja tuanku. Kalau kamu tidak menjadi sebagaimana kamu ada, tuanku tidak akan pernah menikmati keindahan bunga-bunga itu yang turut menyemarakkan rumahnya”.

Setiap kita memiliki “kecacatan yang unik”. Kita semua adalah bejana yang retak. Tapi bila kita mengijinkan hal itu ada pada diri kita, Tuhan akan menggunakan "kecacatan” itu untuk menyemarakkan “meja-Nya”. Dalam prinsip ekonomi Allah yang luar biasa, tidak ada yang terbuang percuma.

Maka kita mencari cara untuk melayani bersama dengan saudara seiman lainnya dan ketika Allah menunjukmu untuk mengerjakan bagian yang diberikan kepadamu, jangan takut dengan “kecacatan” yang ada pada dirimu. Akui itu dan biarkan Allah mengambil keuntungan darinya. Maka kamupun bisa menjadi penyebab keindahan yang ada di sepanjang jalan yang Ia buat.

Jalanilah dengan berani, karena dalam kelemahan kita, kita akan menemukan kekuatan-Nya.

Kamis, 20 November 2008

Hanya Seluas Gelas

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung masalah. Langkahnya gontai dan air mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak bahagia.

Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak tua yang bijak hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamunya untuk mengambil air. Ditaburkannya garam itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba minum ini, dan katakan bagaimana rasanya?” kata Pak tua itu. “Asin, asin sekali,” jawab sang tamu sambil meludah ke samping. Pak tua itu sedikit tersenyum. Ia lalu mengajak tamunya ini untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya.

Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu. Pak tua lalu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang dengan mengaduk-aduk dan tercipta riak air mengusik ketenangan telaga itu. “Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah.” Saat tamu itu selesai mereguk air Pak tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”. “Segar,” sahut tamunya. “Apakah kamu merasa garam di dalam air itu?” tanya Pak tua lagi. “Tidak,” jawab si anak muda.

Dengan bijak Pak tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan seseorang adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama dan memang akan tetap sama."

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua tergantung hati kita. Jadi, saat kamu merasakan segala kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung semua kepahitan itu.”

Pak tua itu kembali memberi nasehat. “Hatimu adalah wadah itu. Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”

Senin, 17 November 2008

Kemauan Memaafkan

Kemauan memaafkan
Adalah suatu kata yang hebat yang
Menghancurkan dan melukai...
Memaksaku menundukkan kepala
Dalam rasa malu dan kagum...

Di depan jiwa agung
Yang begitu rendah hatinya dan memohon maaf
Aku lah satu-satunya orang yang salah...
Aku telah lalai dengan tetap diam dan dengan keputusasaan..!!

Sehingga aku mohon ampuni aku...
Dan maafkan kesalahan yang telah aku lakukan...
(Khalil Gibran)

Rabu, 05 November 2008

Huff!!!

Huff!!
Ternyata bikin blog tue lumayan susah jg..


Binun mikirin pa judul'y...


Hwaaa...
Pusink...
Cape...
Ngantuk
...